Ads 468x60px

Showing posts with label berharaPANCASILA‬. Show all posts
Showing posts with label berharaPANCASILA‬. Show all posts

Wednesday, August 19, 2015

karena (bukan) karena

Karena Bukan Karena | Penulis Gus Adhim | SPMAA


"Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan...."

Maka dwiwarna melambai Indonesia | oleh karena itu aku mau membawa sang saka berkelana | sebab demikian Merah Putih siap diriwayatkan....

"Adakah Merah Putih di dadamu?? Ada...ada..ada !!" Adakah Pancasila di hatimu? "Ada..ada..ada!" Mana dia? "Ini dia..ini dia..ini dia.!"

Karena Pangeran Diponegoro mengilhami jalan jihad ini | meski harus bertarung sendiri dan berdharma ikhlas bersih, tiada bekas pamrih.

Karena Panglima Sudirman menyatakan teladan, " Robek-robeklah badanku, potong-potonglah jasad ini, tetapi jiwaku dilindungi benteng merah putih, akan tetap hidup, tetap menuntut bela, siapapun lawan yang aku hadapi."

Bukan karena hendak berpunya tanda jasa bintang maha putra | bukan juga karena mimpi dibawa wisata ke istana | bukan karena ingin diimingi janji singgasana oleh raja mancanegara...

Karena Merah Putih itu jiwa raga bersenyawa | maka ia senantiasa hidup melegenda selama ada nusantara |

karena panji sakti ini bukan cuma jahitan perca dua segitiga | karena sang saka bukan hanya kain berenda bintang kejora | karena Merah Putih bukan besi bisu atau alat sambit seperti palu dan arit...

Karena Merah Putih, adalah cita-cita bangsa bermarwah bersih.. maka aku membawanya sepanjang ruas raya, mengiringi Indonesia bercerita, mensyukuri karunia surga kecilNYA..

Monday, June 1, 2015

PANCASILA


"PANCASILA sudah pas sebenarnya untuk bangsa kita INDONESIA," kata Bapak Guru Muchtar dulu.
Pas bagi kita yang mau siap sedia, riang gembira dan ikhlas sukarela dikelola sebagai manusia mulia beradiluhung nusantara.
Tetapi ia akan tersisa jadi seonggok aksara di museum pustaka tua bagi kita yang terobsesi pesta citra dan hobi upacara tahunan belaka.
Bahkan sampeyan tidak meyakinkan saat memaklumat orasi huwebat mengaku penjaga PANCASILA, meski secara biologi, sampeyan ternyata keluarga pencetusnya.
PANCASILA, menurut saya, hendaknya digelora bersenyawa dalam keseharian aktifitas kita, mulai dari skala keluarga. Diikhtiari dengan kesadaran berteladan sifat2 Rohman Rohim Tuhan...
Jangan perkosa keluhuran PANCASILA demi memuaskan ambisi kerakusan berkuasa seterusnya, ingin jadi mahadewa sampai lupa sampeyan sudah berusia renta dan tiba masa mendekat kepadaNYA..
PANCASILA, Satu, Ketuhanan Yang Maha Esa | itu sudah baku
Makanya sampeyan jangan sugih kendel pamrih mencoba menjadi tuhan kedua dengan merekayasa "sabda pandita media" sebagai olok2 PANCASILA kita....

 

Pengikut